Tunggu. Sial kamu bilang?" tanya lelaki itu, memastikan pendengarannya. Mendadak, kepala Amanda berasa nyut-nyutan. Ritme detak jantungnya teraba lebih cepat dari biasanya. Dan parahnya keringat dingin kini sesuka hati membasahi tubuhnya, tatkala ia paham jika umpatannya mampu Affandi dengar. What the hell! "Hey, apa-apaan kamu, Mand. Digituin sama Affandi aja takut!" Perempuan berhijab itu menggelengkan kepalanya. Ia tak mengerti, mengapa ia bisa selemah ini hanya karena mendengar suara Affandi yang terdengar lebih keras. Bukankah seharusnya hatinya bahagia. Yah, hanya karena umpatan keramat itu bisa saja menyelamatkannya dari perjodohan konyol itu. Tetapi apa yang terjadi? Gadis itu justru bersikap melawan pikirannya sendiri. Sepasang labiumnya yang berwarna pink itu berkali-kali m

