Pinta Si Pemaksa

1040 Kata

"Nak Amanda mau 'kan menjaga cowok tanggung ini?" tangan lemah Aninda itu sesuka hati menepuk-nepuk bahu Affandi. Menuntun Amanda mengarahkan pandangan matanya pada sumber suara itu. Wanita muda berhijab itu tertegun. Otaknya sontak memerlukan waktu lebih lama demi mencerna barisan kata yang baru saja ia dengar. Kata-kata menjaga terus saja terngiang di telinganya. Titik fokus sepasang netra hitam Amanda tetap pada sosok wanita lewat paruh baya di depannya. Pikirannya melanglang buana, menduga jika perkataan Aninda tak hanya sekedar pinta biasa. "Ah, gak usah lebay deh, Mand. Emangnya kamu siapa? Mana mungkin orang sepenting Bu Aninda memberimu permintaan seistimewa itu?" "Tapi kenapa mama Affandi menatapku seperti itu?" Perdebatan sengit antara hati dan isi kepala Amanda tak terelak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN