Affandi masih saja terduduk di kursi malas. Ia tak menyangka jika pelariannya berbuntut panjang seperti ini. Bahkan condong mempersulit hidupnya. Semua orang, termasuk Aninda sendiri menuduh dia lah yang menjadi penyebab penyakit Aninda kambuh. Dan sialnya, karena tuduhan itu pula menuntun Aninda untuk memaksa Affandi agar sudi meminta maaf kepada Amanda. Pandangan mata pria yang memilih keluar dari zona nyaman keluarganya itu tertuju pada tanaman yang berjajar rapi di tepi teras ruang perawatan Aninda. Otak kecilnya masih berusaha memikirkan jalan pikiran ibunya. Hal apa yang kiranya mampu menguatkan dasar Aninda untuk menuntutnya memohon maaf pada Amanda. Affandi paham jika apa yang telah lakukan dengan sesosok perempuan penghibur itu memang sebuah kesalahan fatal. Karena ia mencederai

