Beruntungnya Dicintai Seperti Itu

725 Kata
" Tentu saja, aku mensyukuri apa yang aku dapatkan sampaivsekarang. Dan kamu Andro …. apakah kamu tidak bersyukur diberi hadiah kehadiran anakmu ? Bukankah selama ini kamu menyesali kepergian Gladys karena niatnya untuk menggugurkan anak kalian ?” “ Kamu …..” Andro kembali meradang. “ Iya kan ….. Ironis ya, anak yang kamu buang masih sehat sampai sekarang. Sementara alasanmu dulu meyingkirkan Tania karena lebih memilih Gladys sebagai ibu dari anakmu … nyatanya perempuan itu tidak berkenan menjadi ibu.” “ Bukan berarti kamu membiarkannya meninggal.” bentaknya. “ Siapa yang membiarkan ?” teriak Leny ,” Apakah kamu sadar saat itu aku bahkan belum punya wewenang untuk menyentuh pasien darurat ? Aku baru praktek … sudah standardnya aku harus menghubungi dokter jaga, dan bukan melakukan tindakan sendiri.” Arfa memeluk Leny ,” Len …" “ Aku capek kamu salahkan terus beberapa tahun. Jujurlah Andro, setidaknya pada dirimu sendiri …. selama ini aku diam karena aku tahu sebenarnya kamu menyalahkan dirimu sendiri. Kamu sudah mengkhianati Arfa, merayu kekasihnya, menikahinya sambil disaat yang sama membuang Tania yang tengah hamil. Lalu pada kenyataannya kamu salah pilih. istrimu tidak ingin melahirkan hanya karena takut bentuk badannya berubah dan mengganggu karirnya, lalu dia mencoba menggugurkan anak kalian sampai keduanya tidak bisa diselamatkan. Salahku dimanaaaaa ?” teriaknya lantas terisak dipelukan Arfa. Disalahkan untuk hal yang tidak semestinya itu menyakitkan, tapi belum apa apa saat menyalahkan bukan orang yang kamu cintai ,” Mengapa rasa ini gak mau pergi, Fa .... Aku lelah.” bisiknya. Arfa menghela nafas, mengusap punggung gadis dalam pelukannya. Leny sudah seperti adik bungsu baginya, dan sudah dari awal kuliah ia tahu gadis ini menyimpan rasa pada Andro. Rasa yang tak terbalas karena adiknya lebih memilih berkelana dengan sekian banyak gadis disekitarnya. Andro memilih untuk mengingkari bahwa ia nyaman bersama Leny, dan terakhir selalu menumpahkan kekesalannya pada gadis ini karena tahu Leny akan menerimanya ,” Sudahlah, kalau dia tidak mau … kita rayakan ulang tahunmu.” Dijauhkannya Leny ,” Bersyukur sudah sampai pada hari ini, bersyukur sudah diberi kekuatan menjalani semuanya sampai hari ini. Come on ... ulang tahun adalah momentum untuk berusaha lebih dewasa dan lebih baik.” “ Thanks Fa ….” Leny memeluknya hangat ,” Setidaknya hari ini aku sudah mengungkapkan perasaanku, aku hebat kan ?” Arfa tertawa, mengacak rambut gadis disampingnya ,” Makanlah Ndro, ini sudah lewat jam makan siang.” Tn dan Ny Rahadi bertukar pandang sebelum membuka nasi kotaknya. “ Selamat Ulang Tahun, Leny … tetap sehat, semangat, ceria, dan jadilah kuat.” “ Terimakasih, tante.” Leny tersenyum. “ Cepatlah cari pasangan, sudah waktunya.” sela Tn Rahadi. Andro memasang tampang tak peduli. “ Cari yang seperti apa sih ?” “ Sebenarnya kalau gak pengen ribet mau ngajak nikah Arfa saja Om, tapi …..” “ Apa ?” Arfa tersenyum geli. “ Tapi kelihatannya terlambat, sekarang sudah ada yang dipedulikan.” pura pura terisak sambil tersenyum jahil. “ Sok tahu.” sergah Arfa, mendorong lembut dahi gadis itu ,” Kirain tadi tapinya mau yang lain …. katanya hebat, berani …" ledeknya, tergelak ketika Leny melebarkan matanya. “ Gadis itu, Fa ?” tanya Andro, mencoba mengabaikan rasa iri melihat kedekatan keduanya ,” Kamu berempati, tapi gak pernah peduli. Padanya aku lihat kamu peduli.” “ Apaan sih.” “ Kita lihat nanti … berjuanglah, aku lihat dia pantas diperjuangkan.” Arfa tertawa pendek ,” Kamu yang harus berjuang terlebih dulu, dia kunci dari Tara. Tidak akan mudah, dia protektif banget. Saat dia belum percaya padamu, dia tidak akan membiarkanmu menyentuh Tara.” “ Sok kenal banget deh .” ledek Leny. Arfa mengguman dan melanjutkan makannya ,” Ndro …. makanlah.” Andro mengela nafas , memejamkan mata ketika merasa pandangannya kabur. Lenny meninggalkan makanannya, menarik Andro untuk bersandar di sofa dan memijat lembut pelipis lelaki itu sampai nafasnya kembali normal. Arfa melirik sambil mengulum senyum, saat Andro terpuruk gadis kolokan ini mengeluarkan sisi lain dari dirinya. Gadis yang kuat, bertahan dengan sikap ceria menghadapi Andro sejak dulu, dan tidak menyerah empat tahun terakhir dengan emosi Andro yang buruk … aku sudah melihat sisi terburuknya, aku ada saat ia berada di titik terendah dalam hidupya. Sudah terlambat untuk menyerah, karena hatiku menerima itu semua … ucap Lenny beberapa waktu lalu. Betapa beruntungnya Andro dicintai seperti itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN