Kacy terbangun dari tidurnya. Pulang dari kantor sherrif dia langsung beristirahat karena begitu lelah. Sekararang jam menunjukan pukul tujuh malam dan itu berarti sebentar lagi dirinya harus turun untuk makan malam. Ketika tadi Kacy pulang, ayahnya sedang duduk membaca koran. Ayahnya mengatakan bahwa dia pulang lebih cepat karena merasa tidak enak badan, tetapi sebelumnya mengunjungi makam sang istri terlebih dahulu. Kacy yang mendengarnya hanya bisa terdiam. Dia tahu ayahnya merindukan ibunya, sama seperti dirinya. Dan sekarang Kacy harus memutar otak bagaimana mendapatkan hasil sidik jari tersebut. Dia yakin sekali bahwa hasilnya diletakan di kamar atau dalam ruang kerja ayahnya. Tuan Trace sendiripun tidak mengatakan apapun tentang hasil tersebut. Kacy berpendapat bahwa mungkin aya

