Kacy keluar dari rumahnya setelah meminta izin dari bibinya. Ia sangat berterima kasih dengan kehadiran bibinya, sehingga dapat keluar dengan mudah. Ia tahu, ini memanfaatkan keadaan, tetapi ayahnya memang sulit ditembus dan kadang sudah keterlaluan. Ia butuh ruang gerak. Apalagi dia dan yang lainnya sedang melakukan sebuah misi perihal supermassive di mana secara tidak langsung juga membantu ayahnya, selain menyelamatkan dirinya sendiri. Dan ya—ayahnya memang sedang tidak ada di rumah. Sedang dinas. Setidaknya bibinya akan tetap membantu nantinya memberi alasan atau apa pun itu. Royce telah menunggu di depan rumah sambil tersenyum manis. Kedekatan mereka memang seperti sahabat erat. Kacy segera berjalan menuju Royce. "Hi," sapa Kacy. "Jam berapa sekarang?" tanya Royce. "Masi

