Kacy duduk di tribune sisi lapangan. Dia menutup wajahnya menahan amarahnya. Rasanya lebih baik dulu ketika dia hanya sendiri tidak memiliki teman. Sekarang ketika dia memilikinya dan segalanya menjadi begitu berharga, entah kenapa semua terasa menyakitkan. Dia menjadi takut kehilangan. Kata-kata Mikayla masih terus terngiang di kepalanya. Mengetahui bahwa seburuk itu dirinya di mata Mikayla benar-benar menyakitkan. Lalu Royce yang selama ini selalu bersamanya malah lebih memilih menghubungi Mikayla. Kacy jadi berpikir mungkin selama ini yang menganggap teman hanya dia seorang diri, tidak dengan mereka. Teringat jelas bagaimana dirinya dan Mikayla saling menyapa pertama kali di tribune lapangan tempat duduknya sekarang. Lalu mereka berlari di lapangan bersama. Tertawa bersama di k

