Royce membuka kertas penyelidikannya lagi di meja. Dia mengamati pola-pola kejadian yang dia tuliskan. Royce menggeleng frustrasi dengan semua yang tertulis di sana. Hipotesa yang mengarah pada satu kesimpulan yang dia sangsikan. Dengan semua teori-teori penyelidikan yang pernah dia lakukan, ini pertama kalinya dia berharap bahwa dia salah. Royce menghela napasnya. Idris memerhatikan Royce sambil berjalan ke arah kamarnya. Dia berhenti sejenak melihat wajah adiknya yang terlihat begitu bingung. Dia mendekat dan bersender di pintu. "Apa segalanya baik-baik saja?" tanya Idris cemas. Royce kaget dan buru-buru menutup kertasnya. "Ya tentu. Semuanya baik-baik saja." Ia sedang menutupi sesuatu. Sesuatu yang dia sendiri bahkan berharap ini semua salah. Idris mengedikan bahunya

