tanpa basa basi tangan Yogi mencengkeram leherku dan membuat wajahku mendongak keatas, tatapan tajam seolah ingin membunuhku, aku tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini
dia benar benar mengerikan, membuatku merinding dan tubuhku bergetar ketakutan
tubuhnya membungkuk, mendekatkan bibirnya ke sisi pipiku, "sudah ku bilang, kau hanya milikku bukan?" bisik yogi ditelingaku terdengar seperti ancaman yang siap melahapku
"aa..aaku...aaa" aku tidak bisa berbicara bahkan nafasku sesak, tanganku refleks ingin melepaskan cengkeraman Yogi tapi tidak kuasa karena kekuatanku tidak sebanding dengannya, aku hanya bisa meneteskan air mata tak berdaya
mataku membelalak seakan aku sedang melihat malaikat maut sedang berdiri dan meminta nyawaku, dia sungguh mengerikan bahkan dia bukan lagi seseorang yang pernah aku sukai, dia hanyalah seorang iblis berwujud manusia
dia mencekikku dengan kuat lalu melemparkan tubuhku hingga jatuh tersungkur ke lantai, "uhukk uhukkk" aku terbatuk akibat dari cengkramannya tadi, tanganku mengusap leherku yang memerah bekas tangan Yogi yang menyakitiku
Brakkk!
Yogi menendang sebuah meja hingga suaranya mengagetkanku, menuapkan segala amarahnya kepada barang lalu merusaknya, hal membuat tubuhku bergetar ketakutan, keringat dingin membasahi sekujur tubuhku.
apa dia akan membunuhku? ya Tuhan, selamatkan aku
"sekarang katakan kepadaku, kemana saja kau dengan Bima?" ucapnya dengan nada tinggi sehingga membuatku kaget dan tubuhku bergetar, "apa kau sudah bercinta dengannya?" Yogi memberikan senyuman sinis kepadaku, kata kata itu seolah merendahkan harga diriku
begitu tidak percaya nya kah terhadapaku? atau aku memang seperti itu di pikirannya?
"apa aku serendah itu dimata mu?" suaraku serak dan tenggelam, seolah tidak percaya bahwa dia sungguh berpikir bahwa aku hanyalah w************n yang hanya bisa bermain diatas ranjang tanpa memiliki perasaan sedikitpun, "apakah bagimu aku hanya w************n yang bisa tidur dengan pria mana pun?", mataku membelalak manahan amarah dan perih akibat pertanyaannya yang tidak mempercaiku, air mataku mengalir begitu saja walaupun mataku terbuka lebar dan menatapnya dengan tajam
aku ingin mencabik cabik diriku sendiri, aku telah memberikan semua bahkan aku mengikatkan diriku padanya, seseorang yang sangat aku percaya melebihi siapapun tapi kini dia telah menganggapku hina
"sayang?" ucap nya seraya bertanya lalu mendekatiku yang sedang duduk meringkuk ketakutan, jarinya bergerak ingin menyentuhnku tapi aku dengan sigap memundurkan badanku dan menenggelamkan wajahku yang pucat
"jangan!" aku berteriak mundur, "jangan sentuh aku!", aku menyilangkan kedua tanganku di antara betisku, wajahku ketakutanku tenggelam disana, Yogi membuatku meringis
"sayang?" ucapnya masih dengan suara lembut, "maafkan aku yang tidak mempercayai mu dan juga telah tidak mempercayai ketulusan mu sehingga membuatmu ketakutan sepeti ini", suara Yogi terdengar serak dan menatapku dengan tatapan penyesalan, "aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini, aku hanya tidak bisa menahan emosiku karena aku tidak suka jika kamu membohongiku apalagi kau berniat untuk mengkhianati ku", Yogi mendekatiku yang sedang ketakutan dan akan memelukku untuk membuatku tenang "sayang?"
aku sempat terhanyut oleh tutur katanya yang berubah lembut seperti biasanya tapi saat aku pikirkan lagi, dia bahkan menyakitiku, dia iblis
"pergi!" aku berteriak seperti orang gila, "pergi! kau membuatku takut, kau bukan orang yang aku kenal, sekarang pergilah dari hadapanku!"
"maafkan aku sayang, tapi aku tidak bisa pergi meninggalkan dirimu yang seperti ini" ucap Yogi sambil menggerakan jemarinya mengusap anak rambutku di dahi dengan senyuman penuh ironi,
aku menepis tangannya, menegangkan dadaku untuk melawannya, "aku bukan wanitamu lagi, bahkan aku sekarang membencimu, entah apa yang akan aku perbuat dengan tubuhku kelak itu bukan urusan mu lagi"
tanpa permisi dia langsung mengangkat tubuhku yang sedang meringkuk menggunakan kedua tangannya, lalu melemparkanku keatas ranjang yang biasa aku tiduri setiap malam, pukulan kecil yang dia terima seakan tidak berarti.
apa aku akan berakhir diatas ranjang lagi dengannya?
****
****
"jangan, aku mohon lepaskan aku!" pintaku memohon dengan suara lirih
dia menindihku, berada tepat di antara kedua pahaku, tubuhnya menjadi penghalang untuk menyatukan kedua kaki ku dan tangannya mencengkeram erat tanganku agar aku tetap berbaring di bawahnya.
"kau mau apa hah?" aku berteriak, menjerit bahkan menangis agar dia melepaskanku
"kau bertanya aku mau apa? tentu aku ingin tubuhmu, aku ingin merantaimu dengan menanam benih ku yang berharga di rahim mu" jawab Yogi penuh ancaman, tatapan matanya seolah ia tidak main main, "aku akan bercinta denganmu sampai selesai, aku akan terus melakukannya seperti sebelumnya dan aku tidak akan pernah membiarkan mu meminum pil kontrasepsi setelah kau melakukannya denganku"
ya aku selalu meminum pil kontrasepsi setelah kami berhubungan badan, bahkan aku meminum lebih banyak dari yang seharusnya.
"tidak, apa kau gila?" jawabku menyela, "apa kau tidak berpikir bahwa yang kau lakukan ini adalah tindak pemerkosaan?" emosiku meluap, marah benci campur aduk di dalamnya
hahaha Yogi tertawa dengan ekspresi wajah yang tidak bisa aku tebak
wajahnya menunduk tepat dihadapanku, bibirnya menyentuh pipiku dan bergerak kearah telingaku yang sensitif, ia menjilati dan menghembuskan nafasnya yang ter engah engah membuatku geli sampai ke bawah.
aku mencoba menahannya
gerakannya semakin lincah, bergerak kearah leherku yang sensitif sehingga tak sengaja aku membuat erangan keluar dari mulutku
"apa kau ingin lebih dari ini sayang?" tanya nya menggoda, tetapi aku sungguh tidak menginginkan lebih walau pun tubuhku sangat menentang ke inginan hatiku tapi kali ini, aku tidak akan kalah
"tidak! bahkan jika kau berhasil membuatku hamil, aku akan membunuh benihmu dalam kandunganku!" aku berucap pedas tanpa sadar
Plaakk!!
tangannya mendarat keras dipipiku sampai terasa sakit, tatapan matanya seolah menusuk tajam kedalam jantung, menyayat dan mengulitiku hidup hidup
tatapan mata yang penuh penghinaan diarahkan kepadaku, apa yang salah denganku?
"ternyata aku salah menilaimu", Yogi berguling menjauh turun dari atas ranjang dan mengambil mantel yang ia letakkan diatas kursi, "kau benar, mulai saat ini aku tidak ada hubungannya denganmu. semoga kau berbahagia" ucap Yogi langsung pergi meninggalkanku tanpa menoleh sedikitpun kearahku
Bukankah aku harus senang karena berhasil membuatnya pergi? tapi kenapa hatiku terasa semakin sakit?
aku hanya bisa menangis dan berteriak sepanjang malam, pikiranku kacau se kacau kacaunya, aku merasakan sakit sedih bahkan penyesalan
apa hak nya untuk membenciku? apa hak nya pula untuk memutus kan jalan hidupku?
aku begini apa karena aku tidak menyukai dirinya yang membenciku bahkan pergi meninggalkanku?
aku memutuskan untuk menangkan tubuhku, mungkin akan tenang jika aku mengguyur tubuhku yang panas dengan air dingin, sedikit perih dihatiku mungkin akan terobati.
setelahnya aku melanjutkan untuk berendam didalam bethup, aku menyenderkan kepalaku ditepi bethup, melihat langit langit ruang kamar mandi dengan mata berair, masih saja menetes
tubuhku bergerak mundur kebawah, menenggelamkan tubuhku didalam air hangat yang nyaman. aku merasa tenang didalamnya tapi tiba tiba mataku terlihat samar samar dan terbawa hingga pandanganku menjadi gelap, aku ingin tetap seperti ini, tidur tenang dalam kegelapan.
samar samar aku mendengar seseorang memanggil namaku tapi setelahnya aku benar benar terhanyut dalam kegelapan yang mungkin akan membawaku tenang didalamnya
****
Surga ... tempat di mana tak ada penderitaan, kesedihan atau perpisahan ... Sekarang kita menaiki tangga ke surga satu langkah demi satu langkah dan ketika kita naik, kita akan hidup
****