Eleena dan Arkanza duduk termenung di ruang tengah. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Arkanza memikirkan bagaimana caranya agar malam ini, dirinya dan saudarinya tidak berdua di rumah. Biasanya, setiap Hardi dan Heni pergi, mereka selalu bermalam di rumah sang Nenek. Sedangkan di sini? Mereka tak mengenal siapa-siapa. Ingin menginap di hotel pun pasti tak disetujui oleh saudarinya. "Leen." panggil Arkanza pada saudarinya yang bertumpu dagu dengan kedua tangannya. Eleena tengah membayangkan jika dirinya menjadi kekasih Dion yang notabenenya adalah ketua OSIS, pasti akan membuatnya sangat bahagia. Bayangan kejadian saat dirinya digendong oleh Dion kembali terngiang, tanpa disadari sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman. "Eleena." Arkanza menepuk bahu saudarinya. "Eh?

