30.

2118 Kata

Perlahan, seorang gadis membuka matanya. Pertama kali yang dilihatnya adalah langit-langit kamar. Dia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut, ternyata dirinya sudah berada di rumahnya. Cklek Pintu kamarnya terbuka, menampilkan sesosok pemuda yang dirindukannya. Arkanza mengulum senyum. Senyum yang digunakan untuk menutupi kesedihannya. "Lo udah bangun?" tanyanya berjalan mendekatinya. Arkanza mengulurkan tangannya meraih segelas air putih yang berada di atas nakas. "Nih, minum dulu!" titahnya memberikan gelas itu padanya. Dengan pelan, Eleena merubah posisinya menjadi duduk. Arkanza membantunya minum. "Udah, Za." ucapnya dengan suara serak. Arkanza mengangguk. Kemudian, meletakkan gelas di atas nakas. "Lo laper?" tanyanya. Eleena menggeleng. "Ya udah, lo istirahat lagi aja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN