Alina memejamkan matanya saat Stefan mulai membaringkannya perlahan di ranjang besar itu. Seluruh tubuh Alina terasa melayang di udara, bahkan dia tidak berani melihat, hanya merasakan sentuhan Stefan yang selama ini sangat di inginkannya. Hembusan nafas hangat Stefan mulai menyapu wajahnya, nafas itu kini berubah menjadi sentuhan hangat dan lembut di wajah Alina. Alina terus memejamkan matanya, tidak sanggup rasanya dia melihat orang yang di cintainya itu kini berada sangat dekat padanya. Nafasnya seolah terhenti saat di rasakannya bibirnya yang hangat tersentuh dengan bibir Stefan. Stefan mengecup lembut bibirnya, kecupan yang awalnya lembut dan hangat kini berubah menjadi panas dan dalam. Stefan mulai mengecup seluruh tubuh Alina, mulai dari wajah hingga turun ke lehernya, membuat

