Pagi itu, Alina mengerjapkan matanya, semburat cahaya mentari pagi masuk melalui celah jendela kamar Stefan, cahaya itu menghangatkan wajahnya. Alina kemudian bangkit dari tidurnya, dia mulai membuka tirai jendela dan jendela kamar itu. Hawa sejuk pagi kembali menerpa wajahnya. Sekilas dia melirik ke arah Stefan yang masih nyenyak tertidur, dengan tubuhnya yang masih polos, dengan balutan selimut yang berantakan, bahkan tanpa sadar milik nya menyembul keluar, membuat jantung Alina kembali berdegup kencang. Perlahan Alina membetulkan selimut Stefan yang kini menutupi seluruh tubuhnya. Stefan mulai mengerjapkan matanya karena ada yang menyelimutinya. Dia tersenyum saat melihat Alina yang kini duduk di hadapannya. "Selamat pagi Alina, kau sudah bangun?" "Pagi Kak, iya, kau juga sudah

