Inah membantu Alina membereskan pakaian dan barang-barang milik Alina untuk di pindahkan ke kamar Stefan. Sepanjang mereka membereskan bersama, tak henti-hentinya Inah menggoda Alina. "Akhirnya Lin, aku tidak menyangka lho, Pak Stefan akan cepat menikahimu, pasti kau sangat bahagia!" goda Inah. "Mbak Inah bisa saja!" sahut Alina. "Aku senang deh, selama ini kan kau selalu memendam perasaan sama Bapak, aku tau lah Lin bagaimana perasaanmu, dan memang sudah sepantasnya kau mendapatkan cintanya Pak Stefan!" ujar Inah sambil memindahkan pakaian Alina ke dalam keranjang besar. "Iya Mbak, aku juga tidak menyangka sebelumnya, dan sampai saat ini kadang aku masih tidak percaya, seperti mimpi!" sahut Alina. "Mimpi yang menjadi kenyataan hahaha, sepertinya kau harus mentaktir aku nih!" todong

