2 Bulan kemudian Alina tengah bersiap-siap untuk menjemput Love di sekolahnya, sekarang dia sudah mahir menyetir mobilnya sendiri, jadi dia tidak perlu naik taksi lagi untuk transportasinya. "Ayo Mbak Inah, kita jalan sekarang, nanti keburu macet!" seru Alina yang sudah siap di depan kemudi. Inah nampak berjalan tergesa-gesa sambil mengunci pintu rumah, kadang-kadang Inah selalu ikut menjemput Love kalau semua pekerjaan sudah selesai. Setelah semua pintu dan jendela di kunci, Inah kemudian mulai menutup gerbang rumah itu, kemudian dia masuk ke dalam mobil. "Hari ini tidak mengantar makan siang untuk Bapak?" tanya Inah. "Tidak Mbak, kata Kak Stefan siang ini dia ada janji makan siang dengan pimpinan pusat!" sahut Alina. "Hebat ya Pak Stefan, sekarang dia sudah naik jabatan saja, pada

