Malam itu, di kamar ini, Alina duduk di tepi tempat tidurnya dengan hati berdebar. Seumur hidupnya, baru kali ini Alina merasa hati yang tak karu-karuan, tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata. Baru saja Rini membantunya untuk berdandan. Selama ini Alina sangat jarang memperhatikan penampilan fisiknya. "Waah, ternyata kau cantik juga Lin setelah aku dandani!" seru Rini takjub. "Ah Mbak Rini bisa saja!" sahut Alina malu. "Beneran lho, apalagi serasi dengan gaunnya, warna biru, kamu cantik banget deh Lin, ini Stefan pasti pangling ini!" ujar Rini. "Aku masih belum percaya Mbak, kalau Kak Stefan akan melamarku juga pada akhirnya!" ucap Alina dengan mata berbinar. "Yah, siapa yang tahan melihat kesetiaanmu dan ketulusanmu Lin, Stefan pasti akan luluh juga kan akhirnya!" kata Rini. "A

