Stefan tertegun mendengar pengakuan Aiden di sebrang telepon, dadanya mulai bergemuruh. "Jadi, tadi Love datang ke rumahmu?" tanya Stefan dengan suara bergetar. "Bukan datang Om, tapi Love pulang sama aku, soalnya Love tidak di jemput-jemput, padahal sekolah sudah sepi!" jawab Aiden. "Apa?? Jadi Love pulang denganmu? Kerumahmu??" tanya Stefan yang mulai tidak dapat mengontrol perasaannya. "Iya Om!" sahut Aiden. "Baik! Bilang pada Ayahmu jangan pernah mengajak Love lagi ya, Trimakasih!" ucap Stefan yang langsung menutup sambungan teleponnya. Stefan lalu berjalan ke arah Alina dan Love yang masih duduk di tuang keluarga itu sambil menonton acara televisi. Raut wajahnya berubah, Alina terkesiap melihat perubahan wajah Stefan. "Kak Stefan? Tadi siapa yang telepon??" tanya Alina. Namun

