Penantian Alina

1055 Kata

Stefan menaruh ponselnya di saku celananya, dalam hati dia merasa bersalah telah membohongi Alina. Sebenarnya dia tidak bermaksud membohongi Alina dengan mengatalan kalau dirinya lembur, tapi dia juga tidak ingin Alina terus bertanya padanya dan meneleponnya karena saat ini dia sedang mengantar Diana dan jalanan juga sedang macet. "Bapak tadi bohongin istri Bapak ya, pakai bilang lembut lagi!" ujar Diana Tiba-tiba. "Mau alasan apa lagi kalau bukan lembur?" sahut Stefan. "Ehm, Bapak takut ketahuan ya?" tanya Diana lagi, membuat Stefan semakin jengah. Stefan diam saja tanpa memberikan respon apapun. Matahari sudah benar-benar turun dan suasna berubah menjadi gelap, ini sudah melewati magrib dan Stefan masih berada di jalan ini. "Argh sial! Kenapa macetnya parah begini sih!!" dengus St

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN