Stefan tertegun menatap Alina yang dengan cekatan menyiapkan air hangat untuknya, mengambilkan pakaian tidur dan perlengkapannya, setelah itu di turun ke bawah untuk menghangatkan makanan yang sudah dingin. Padahal Stefan tidak merasa lapar, tadi dia sudah makan ayam bakar bersama Diana, dan Stefan sangat yakin, bahwa Alina belum makan, dia menunggu hanya untuk makan bersama dengannya. Rasa bersalah mulai meliputi dirinya, wanita se polos Alina, yang tidak marah ataupun memberondong dengan segudang pertanyaan saat suami nya pulang terlambat, dengan mata polosnya masih dengan sepenuh hati melayani dirinya. Dengan langkah gontai Stefan beranjak ke kamar mandi, menyiram tubuhnya dengan air hangat yang telah Alina siapkan. setelah selesai Stefan keluar dan memakai pakaian tidur yang juga s

