Berusaha Mencari Kesempatan Merebut Galang

1093 Kata
Kepergian Raniya membuat Hanin kembali kesepian. Tapi beruntung besok bi Dalmi akan kembali, Hanin memang tak bisa mengurus rumah sendirian. Apalagi luas rumahnya butuh berhari-hari untuk membersihkannya. "Mas, sepi ya enggak ada Raniya? Jadi enggak ada teman curhat deh aku," keluh Hahin. Wanita itu hanya menonton tv dengan bantalan paha suaminya. Kebetulan Galang memang sedang libur bekerja karena weekend. Kesempatan bagus untuk menemui Raniya nanti, ia akan izin ke istrinya dan mengatakan ada hal yang mendesak di kantor. Hanin tak pernah curiga sedikitpun dengan suaminya, wanita yang malang sekali bukan? Pria yang dicintainya ternyata hanya pendusta dan teman yang dipercayai hanyalah penghancur segalanya. "Ya nanti kalau kamu mau ketemu sama dia tinggal suruh supir nganterin. Ah iya, nanti aku harus ke kantor sebentar karena ada hal yang harus kutuntasin di sana, aku gak apa-apa kan pergi sebentar? Palingan hanya 3 jam saja," Galang mulai membohongi istrinya dengan dalih bekerja. Tentu saja Hanin tak curiga sama sekali karena suaminya memang sering bolak-balik kantor meskipun hari libur. "It's okay, Mas. Nanti kalau pulang jangan lupa bawakan ketoprak kesukaanku ya depan gang, aku mau bikin tapi malas buat sambalnya. Kalau ada Raniya dia pasti udah bikinin ketoprak buat aku." Mendengar nama itu yang selalu diucapkan oleh istrinya, membuat Galang semakin merindukan belaian wanita yang sudah menjadi selingkuhannya belakangan ini. Raniya memang wanita sempurna, bisa memasak segala macam masakan dan membuat cemilan kesukaan Hanin ataupun Galang. Tentu saja itulah poin plus yang disukai dari seorang pria bernama Galang terhadap Raniya. "Ya udah, aku mandi dulu ya. Kamu juga jangan lupa mandi biar segar di pagi hari, karena weekend kamu gak boleh malas-malasan gini, sayang," titah Galang. Hanin hanya nyengir kuda dan kembali berdiri untuk membiarkan Galang menuju kamarnya untuk mandi dan pergi ke kantor. Ia kembali fokus pada televisi yang menayangkan sinetron tentang istri yang dikhianati oleh suaminya sendiri. "Kejam banget pria itu. Mentang-mentang ketemu bunga yang lebih segar langsung melupakan bunga yang sudah layu. Jaman sekarang tuh pria nggak bisa dipercaya, untungnya mas Galang itu selalu cinta sama aku dan sayang sama aku. Aku yakin dia pria yang baik," gumamnya sendiri sambil mengomentari salah satu tokoh yang pria memerankan peran antagonis yang sudah selingkuh di belakang istri sah-nya dengan seorang wanita yang lebih muda. *** Mendengar suara mobil yang sudah dinanti-nantikannya dari tadi, Raniya segera melihat penampilannya kali ini. Ia memakai dress peemberian Hanin untuk menggoda suami Hanin juga. Dasar gak tahu terima kasih! Semangat pelakornya melambung tinggi karena melihat Galang sudah turun dari mobil dan mengetuk rumahnya. Raniya langsung membukakan pintu dan senyum semanis-manisnya. "Selamat pagi, Mas Galang. Udah lama ya kita nggak ketemu?" Galang tentu saja langsung fokus pada tubuh Raniya yang sengaja wanita itu pamerkan kepadanya. Raniya memang memilih dress paling terbuka agar suami temannya terpikat dengan penampilannya. "Rumah kamu lumayan juga, Ran. Perlu bantuan untuk angkat-angkat barang enggak? Siapa tahu kamu kesusahan saat merapikan rumah ini," tawar Galang Raniya menggeleng pelan, ia sudah merapikan barang-barangnya kemarin.Apalagi Raniya hanya membawa satu tas besar yang berisi baju, dompet, serta peralatan make up yang hanya sedikit juga beberapa ijazah sekolahnya. "Sebenarnya aku butuh bantuanmu yang lain, Mas. Tadi aku sewaktu pakai dress ini, aku kesusahan untuk narik resletingnya. Kamu bisa bantuin nggak buat tarikin resletingnya?" goda Raniya sambil mengelus paha Galang. Dengan cepat Galang langsung terpancing. Sentuhan manja dari Raniya juga tingkah laku wanita itu yang memang sedikit agresif membuat pria manapun akan langsung melemparkan diri dan meniduri Raniya. "Kamu memang pintar membuat aku tergugah, mau lanjut di kamar gak?" ajak Galang. Dengan senang hati Raniya langsung menyanggupinya. Ia sudah memastikan kalau pintu rumah sudah terkunci, apalagi tetangga dari dekat rumahnya tak begitu peduli dengan urusan masing-masing. Itu malahan poin bagus untuk Raniya karena dengan bebas bisa memasukkan Galang ke rumahnya tanpa memikirkan pandangan dari tetangga-tetangga di sebelahnya. Masa bodoh dengan mereka, yang penting bisa menggaet suami orang dengan gampang. Hanya itu yang ada di pikiran wanita yang bernama Raniya. Nafsu setan sudah menguasai otak Galang. Mereka sudah saling menanggalkan pakaian dan melemparkan diri di atas ranjang. Raniya juga sudah mengolesi tubuhnya dengan lotion paling wangi agar Galang makin bernafsu dengan tubuhnya. Gaya demi gaya sudah diabseni satu-persatu. Raniya sangat terbuai dengan pesona Galang saat menyentuhnya begitu juga sebaliknya. "Ah, lebih dalam dong, Mas. Aku mau kita keluar bareng," desah Raniya. Tentu saja Galang makin mempercepat pergerakannya dan mencengkram pinggul Raniya begitu erat. "Kamu bikin aku sangat semangat. Rasanya jiwaku makin b*******h saat main sama kamu," Dipuji begitu, Raniya makin pede untuk memposisikan diri menyamai Hanin. Ia yakin bisa menggaet Galang beberapa langkah lagi, malahan Raniya merasa tak terbebani dengan menjadi istri kedua ataupun simpanannya Galang. Benar-benar sangat menjijikan bukan? Tepat setelah mereka saling melepaskan diri saat sudah selesai bermain dan klimaks bersama-sama, ponsel Galang berbunyi. Pria itu memang sudah memasang alarm sekitar 2 jam setengah setelah keluar dari rumahnya agar bisa pulang dan membawakan ketoprak untuk istrinya. Bagaimanapun juga, ia tahu kalau Hanin pasti menunggunya pulang. "Ran, aku harus pulang," ucap Galang seraya memakai celana dan kemejanya. "Tapi.." "Aku takut Hanin menelpon teman-teman kantor. Lagi pula kita akan sering-sering bertemu bukan?" Senyuman licik terukir dari wajah Raniya. "Iya aku tahu. Harus dong, kita harus selalu ketemu. Aku tahu kalau Mas Galang itu sangat menyukaiku apalagi menyukai goyanganku. Maksud aku tuh gini, sebelum Mas Galang pulang mendingan Mas Galang itu mandi dulu. Kalau nanti mbak Hanin curiga karena bau badan Mas Galang yang agak berbeda gimana?" Benar juga kata Raniya. Hanin paham betul bagaimana aroma tubuh Galang. Pria itu pun akhirnya mandi dan mengikuti perintah dari Raniya. 15 menit kemudian, pria itu kembali memakai celana dan kemejanya. Meskipun Galang seharian di kantor, tapi pria itu selalu wangi dan bahkan Hanin saja mengacungi empat jempol pada suaminya yang selalu menjaga aroma tubuhnya meskipun sudah seharian ngantor. "Aku pulang ya, terima kasih untuk hari ini. Sampai ketemu minggu depan," pamit Galang. Raniya hanya mengantarkan kekasih gelapnya sampai depan kamar. Ditatapnya tubuh Galang yang berjalan keluar dari rumahnya. Tubuh dan ukuran milik pria itu sangat menggairahkan, pantas saja Hanin Sahara selalu terpesona dengan Galang Hermansyah setiap hari. Dalam perjalanan, Galang masih mengecek seandainya ada parfum ataupun bau tubuh Raniya yang menempel di bagian tubuhnya seperti leher dan perut. Ia mempelajari hal ini dari Raniya. Tentu saja, wanita licik perusak hubungan orang itu pasti tahu caranya mengatasi para istri agar tak membuat mereka mencurigai suaminya yang sudah selingkuh. Benar-benar senior kelas kakap! Galang mampir sebentar di depan warung ketoprak langganan Hanin. Ia memesan dua porsi, siapa tahu istrinya akan meminta nambah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN