SUPPER

2437 Kata

[Adrian] Pupil tembagaku membesar saat melihat pria renta di atas kursi roda itu memasuki ruangan. Dingin AC ruangan semakin menusukku yang sedang menumpukan wajah di antara jemariku. Seorang perawat dengan baju serba hitam mendorongnya masuk. Di punggung tangan pria itu terdapat selang kecil yang terhubung dengan infus di atas kepalanya. Tubuhnya sudah kurus kering, terlihat sekarat. Berbeda dengan saat pertama kali aku bertemu dengannya di malam berhujan saat itu. "Ayah..." gumamku, terkejut. Melihat sang Jayachandra Gerhana, pendiri BFE yang saat ini terlihat seperti kakek tua penyakitan. Terlebih, dia datang? Dia tidak memberitahuku kapan ia pulang ke Indonesia? Matanya yang renta itu tetap terlihat tajam, dia melirik ke arahku. "Ooh, Adrian, putraku." katanya dengan suara serak.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN