Stefhana membuka matanya perlahan. Suhu dingin di sekitarnya mulai terasa tidak nyaman, seakan memaksanya untuk bangun. Suasana kamar yang gelap menjadi hal pertama yang ia lihat. Stefhana pun bangkit, mengusap matanya sebentar, lalu melihat jam dinding. Sudah jam 8 pagi. Adrian tidak terlihat ada dimanapun. Ia hanya sendirian di atas kasur yang ditinggalkan sudah rapi ini. Cahaya matahari telah mengintip dari celah kecil tirai. Tidak luput dari perhatiannya kalau tirai itu tidak dibuka meskipun sudah pagi. Kamar ini seperti sengaja ditinggalkan tetap gelap supaya Stefhana bisa tidur sedikit lebih lama. Setelah merapikan bagian kasur yang ia tiduri, Stefhana membuka tirai. Ternyata benar, sudah pagi. Matahari meninggi dan tampak menyengat. Kota di bawah sana juga sudah mulai beraktifita

