"A-aku tidak bisa. Aku harus pulang sekarang, Adrian." Stefhana menggeliat berusaha melepaskan diri dari pelukan Adrian. Tidak menyadari kalau Adrian telah jenuh mendengar penolakannya. Padahal beberapa waktu lalu, Adrian benar-benar memikirkan bagaimana caranya untuk bisa bersama Stefhana dengan cara paling lembut yang bisa Stefhana terima. Tetapi gadis itu justru yang ingin pergi. Semakin kuat Stefhana berusaha melepaskan diri, hanya membuat Adrian semakin mengeluarkan tenaga untuk tetap menahan Stefhana diam dalam pelukannya. Enggan membiarkan detik-detik berharganya bisa bersentuhan dengan Stefhana berakhir begitu saja. "Honey, no. Kamu tinggal disini." bantah Adrian tegas. Seiring bicara, lengannya melilit Stefhana lebih kuat lagi agar Stefhana berhenti meronta. Ucapannya terdengar

