Baru ketika itu, Stefhana tersentak kecil. Emosinya tersulut mendengarkan kata-kata Adrian. "Jangan bercanda." decih Stefhana. "Hmm?" "JANGAN TERUS MEMPERMAINKAN AKU, BERENGSEK!!" bentaknya kemudian. Secepat kilat gadis itu berbalik untuk mendorong Adrian sekuat tenaganya tetapi Adrian hanya mundur satu langkah saja. Meski begitu gadis itu tidak menyia-nyiakan waktu. Celah itu tetap dia gunakan untuk lari keluar. Bertelanjang kaki, Stefhana berlari sekuat tenaga menyusuri lorong sepi nan mewah itu. Langkahnya cepat dan panik, membawanya sampai pada persimpangan dengan lift berlapis emas tersedia di sisi kanannya. Hatinya lega. Menemukan sebuah lift tidak pernah terasa sebahagia ini untuknya. Dengan panik jarinya menekan tombol lift. Kepalanya terus menoleh ke kanan dan kiri mencari

