bc

KARMA FORBIDDEN LOVE

book_age18+
96
IKUTI
1K
BACA
forbidden
friends to lovers
scandal
inspirational
drama
city
coming of age
lies
affair
like
intro-logo
Uraian

Kehidupan rumah tangga yang dilalui oleh Ana Roeslan, setelah pernikahannya dengan Riko Satria tidak dilalui dengan keindahan seperti yang dia bayangkan.

Sikap arogan dan tempramen yang dimiliki oleh Riko, membuat dirinya frustasi dan merasa terkekang.

Kesedihan tiada ujung hingga Ana bertemu dengan Rafael, seorang laki-laki yang mempunyai sifat lembut dan penyayang, seperti apa yang di impikan oleh Ana.

Perselingkuhan itu pun terjadi, Riko mencium hubungan mereka. Sehingga membuahkan perceraian.

Setelah perceraian mereka terbukalah siapa Rafael sebenarnya, laki-laki yang berhasil menghancurkan rumah tangga Ana dan Riko.

Akhirnya Ana bertemu dengan Tio Prasetyo dan mau menikahinya, namun kembali kehidupan rumah tangganya tidak dilalui dengan manis, seperti awal perjumpaan. Ana harus menghadapi suami yang gemar mengoleksi para wanita yang berstatus janda muda. Bagaimana kisah perjalanan cinta Ana yang rumit karena karma yang harus dia jalani? Simak terus cerita ini.

chap-preview
Pratinjau gratis
Pertemuan Ana dan Riko
"Wanita sialan...!!" PRAAAKK!! Tamparan telah melayang di pipi wanita cantik itu, hanya karena Dio sang anak, menangis dalam dekapan Ana. "Mas, sampai kapan kau terus menyakitiku?!!!" hardik Ana dengan tatapan menyalang, seraya mengusap pelan pipinya yang perih. "Ooeee...oooeeee...ooeee...!!" Tangisan bayi dalam gendongan Ana pun memecah suasana. Perfect, ya kata itu yang pantas diucapkan, di dalam kehidupan rumah tangga Ana dan Riko. Bahtera rumah tangga bagaikan di dalam penjara, layaknya burung di dalam sangkar, yang mampu mengeluarkan suara indah dan sempurna dari siulannya kala pagi hari, sehingga sang majikan selalu senang mendengarnya. "Jadi istri itu harus bisa ngurus anak, baru punya anak satu aja udah ga becus !!" hardik Riko, seraya melenggang meninggalkan wanita yang berperawakan tinggi semampai dan memiliki kulit putih, tersungkur di pinggir ranjang sambil mendekap tubuh mungil Dio. Baru satu minggu buah hati mereka dilahirkan ke dunia, seharusnya kehidupan yang dijalaninya penuh dengan kebahagiaan. Namun sayang, rasa bahagia itu tidak pernah dirasakan oleh Ana. Ana mengeluarkan daging yang menghasilkan air s**u dari balik daster berwarna biru, berharap sang anak dapat tertidur dengan pulas. Pada akhirnya, Dio sudah kembali tertidur, dengan wajahnya yang polos. Ana mengecup bibir mungil itu, sebelum membaringkan tubuh kecil sang anak, di atas ranjang yang bermotif bunga berwarna merah. Ana dulu sangat mencintai Riko, karena postur tubuh dan wajahnya sesuai dengan kriteria wanita cantik itu. Tetapi seiring waktu berjalan, sifat asli dari lelaki yang mampu meruntuhkan relung hatinya, baru muncul ke permukaan. Mungkin keputusannya untuk menikah dengan Riko, sebuah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Kala itu Ana belum begitu mengenal sifat asli Riko, pertemuan pertama mereka sangat berwarna dan menghibur hati Ana yang baru saja putus dari Pras. Ya, Pras adalah kekasihnya yang selalu ada mendampingi. bertahun-tahun hubungan mereka di jalani. Namun akhirnya kesedihan mengakhiri perjalanan cinta mereka. Di sebuah cafe berada di ujung jalan, masih di area perkantoran Ana. Saat itu Riko mendekatinya. Ana duduk termenung, sesekali mengusap pipi yang tak henti menganak sungai. "Hai, boleh duduk disini ?” sapa dari lelaki yang suaranya belum pernah di dengar oleh Ana, “Sorry, ganggu ngga?" ujarnya lagi. Ana mengusap pipinya dengan keras, dan menatap nanar sosok pria yang berdiri di hadapannya. "Eehh, iya. Silahkan," jawab Ana dengan suara parau. Seketika kesedihan yang merasuk di dalam d**a, sirna. Setelah pria tampan itu menghampirinya dan tersenyum tipis melihat mata Ana yang sembab. “Siapa sih nih orang, nggak liat apa gue lagi nangis," bisik Ana dalam hati. "Sendirian mba ?" tanya pemuda tampan itu, sembari menarik kursi di hadapan Ana dan duduk dengan tangan bersilang di atas meja, lalu menatap lekat-lekat wajah wanita itu. "Iya,” jawab Ana sambil membuang wajah ke sembarang arah, untuk menutupi wajahnya yang memerah karena tangisan tadi, sangat menyesakkan. "Kok nangis sih? habis diputusi pacar yaa?" ledek pemuda itu seraya menunjukkan giginya yang rapi. Ana menundukkan kepala, sambil mengusap sisa air mata yang masih ada di pipi. "Aku.” Ana menunjuk dirinya sendiri, kemudian menjatuhkan bahu, “Iya, ada laki-laki b******k, ninggalin gitu aja,” dengkusnya sembari menghela nafas panjang. "Hahahaha... Pria mana yang mau ninggalin wanita secantikmu. Bodoh sekali dia,” ujar pria itu sambil tertawa renyah. Kedua bola mata Ana tertuju kepada sosok pria yang dari tadi berusaha menghiburnya. "Aku temenin ya? Anggap aja aku datang sebagai teman curhatmu," ujar pria itu. Mata lentik Ana, perlahan menatap manik mata pria yang duduk tepat di hadapannya. "Siapa sih ini cowok? boleh juga sih, daripada gue nangisin Pras,” gumamnya. "Kenalin, namaku Riko,” ujar pria itu sembari mengulurkan tangannya yang kekar ke hadapan Ana, “Nama panjangku, Riiiikoooooooo, hehehhe ga deng, nama panjangku Riko Satria." Ana terkekeh mendengar celoteh pria yang baru saja datang menghampirinya itu. "Yes, akhirnya tersenyum juga wanita cantik ini. Nah, 'kan kelihatan makin cantik kalau senyum begini,” canda Riko, sembari mengerlingkan mata kepada Ana. Ana tersipu malu mendengar ucapan Riko, yang mampu menghibur hati. "Namaku Ana, Ana Roeslan." Wanita itu pun menjulurkan tangannya ke hadapan pria tersebut. "Hmmmm, akhirnya aku mendapatkan namamu,” ujar Riko seraya mengecup pundak tangan Ana, dan membisikkan kata, “Cantiik.” Terdengar merdu di kuping Ana. Pipi wanita itu pun merona, dan tersenyum tipis. Riko seorang pemuda yang tampan, berperawakan tinggi, memiliki postur tubuh yang atletis, dan kulit putih pucat, mampu membuat Ana menyingkirkan rasa sakit hati, karena dikhianati oleh Pras. Hubungan Ana dengan Pras, sudah berjalan dua tahun, kandas karena perjodohan yang dilakukan oleh keluarga Pras. Pada akhirnya pria itu memilih untuk menikah dengan wanita yang sudah dijodohkan kedua oran tua, karena unsur bisnis di dalamnya. Mungkin itu risikonya jika mencintai seseorang yang memiliki latar belakang terpandang, selalu saja si wanitanya yang harus mengalah. Ana duduk salah tingkah ketika pundak tangannya dikecup oleh Riko. Mata yang sembab dan wajah yang terlihat pucat, telah sirna, karena senyuman yang berhasil terlukis membuat wajah pucat Ana menjadi berseri. "Nah, kaya gini kan cantik, hm. Harus senyum terus dong, senyuman kamu itu manis banget, sayang kalau dibuat nangis, ok,” pinta Riko dengan tatapan teduh, menggetarkan hati Ana. Rayuan Riko membuat Ana terbuai dan melambung tinggi, pipinya makin merona, bibirnya yang kering karena terlalu lama menangis, dikulumnya dengan tipis. "Jangan dikemut gitu dong neng, hati abang jadi berdebar nih," celetuk Riko spontan, melontarkan isi hatinya. Kembali Ana tersipu malu mendengar ucapan Riko. "Boleh minta nomer telponnya?" pinta pria itu, sembari mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ana mulai nyaman dengan Riko, tidak susah memberikan nomor ponselnya kepada pria yang baru saja dia kenal ini. "Kalau aku sering gangguin, nggak marah 'kan?" tanya Riko terkekeh. "Yah, kalau nggak nyusahin sih, ga bakalan marah," jawab Ana sambil terkekeh, seraya menutup mulutnya. Riko meraih tangan yang menutupi mulut Ana, "Ah, jangan ditutupin dong, kan ga kelihatan cantiknya kalau lagi ketawa," oceh pria itu lagi. Membuat jantung Ana pun semakin berdebar, setelah Riko menyentuh lembut tangannya. Senja menyambut malam, Ana tidak menyangka obrolan panjang dengan pemuda yang mampu mewarnai kehampaan hatinya, telah menyita waktu. "Ya ampun udah jam berapa ini? di luar kok udah mulai gelap?" Kedua netra Ana berlari menuju jendela kaca lebar di cafe tersebut. "Iya, ga berasa kalau ngobrol sama wanita cantik, ga tau nya udah mau malam aja," timpal Riko, seraya melirik jam tangan kulit, yang melingkar di pergelangan tangan. "Aku pulang dulu ya," pamit Ana dengan raut wajah cemas. "Rumahnya dimana? aku antar ya, kebetulan markir mobil ga jauh dari sini, " ucap Riko, berharap Ana mau menerima ajakannya. "Aku nge-kos, deket kok, itu di belakang gedung kantor,” ucap Ana sambil menunjuk ke arah gedung perkantoran. "Ooh, aku temenin yaa? Boleh dong, biar kalau ada apa-apa, aku bisa main," ujar Riko beralasan. Permintaan Riko pun tidak mampu ditolak Ana. Mereka berdua berjalan, menelusuri aspal yang dihiasi lampu jalanan. Langkah kaki yang sejajar, dan alunan musik dari pengamen jalanan membuat malam itu menjadi romantis. Tidak segan Riko meraih tangan Ana, dan menggenggamnya. Jantung Ana kembali berdetak kencang, begitu pun dengan Riko. Status Riko saat itu, adalah seorang pemuda yang senang berganti pasangan, karena tidak ada satu pun wanita yang mampu bertahan lama bersamanya. Karena sifat yang arogan dan temperamen, wanita-wanita yang selalu diajaknya berkencan tidak pernah bertahan lama. Wajah tampan, namun memiliki sifat yang buruk tidak menjanjikan dirinya mudah untuk mendapatkan pendamping hidup, yang selalu setia menemani. Awal perkenalan Ana dengan Riko sangat manis, tidak ada cela. Sehingga wanita cantik itu tidak menaruh rasa curiga atas sifat buruk Riko. Seminggu setelah pertemuan mereka, Riko langsung melamar Ana. Malam itu, Riko mengajak Ana ke sebuah pantai, wanita cantik itu duduk di restoran yang berada dekat dengan bibir pantai. Dengan suasana romantis, dan alunan lagu yang menenangkan menambah kehangatan malam. Dihiasi cahaya dari sumbu kecil yang menyala di tengah meja, Riko mengeluarkan kotak kecil dari sakunya. "Ana, mau kah kau menikah denganku?" ujarnya sambil membuka isi kotak yang berisikan cincin emas putih bertatahkan batu permata berwarna ungu. Ana sangat terkejut atas ucapan Riko, mukanya memerah, dan ditutupinya dengan kedua tangan. "Rikooo...." Ana terisak, sambil mengintip cincin yang berada di dalam kotak kecil itu, dari celah jemarinya yang halus. Riko menarik tangan kiri wanita itu, kemudian menyematkan cincin tersebut di jari manisnya. "Mau 'kan, Ana?" tanya Riko dengan tatapan yang sendu, berharap wanita cantik di hadapannya menerima lamaran ini.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.6K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.3K
bc

TERNODA

read
199.7K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
75.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.6K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook