Bagian 29

1047 Kata

*** “Ck.” Baru turun dari taksi dan membayar ongkos, Mahira berdecak setelah di kursi yang berada di teras rumah, Danan terlihat duduk dengan setelan ngantor yang masih melekat. Tanpa perlu bertanya, Mahira tahu alasan suaminya itu datang. Bukan untuk melepas rindu, tapi untuk bertanya siapa pemilik suara laki-laki yang mengancam pria itu tadi siang. Ini gara-gara Darka. Jika pria itu tidak nekad, masalah dengan Danan tidak akan menjadi panjang. Namun, Mahira juga tidak bisa menyalahkan pria itu terus menerus, karena selain sudah meminta maaf, Darka mengancam Danan demi dirinya. “Pulang juga akhirnya kamu,” sambut Danan, setelah Mahira masuk usai membuka pintu gerbang. “Aku pikir bakalan sampai malam perginya.” “Kamu ngapain ke sini, Mas?” tanya Mahira, berusaha bersikap sebiasa mungk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN