Jauh dari kata normal

2386 Kata

“Good morning Honey, morning baby,” Erwin menyapaku pagi itu sambil kemudian mengecup perutku yang sesungguhnya masih rata. Aku masih tergolek ditempat tidur, lelah sehabis morning sickness lumayan menguras tenaga juga. Aku membiarkan suamiku itu memberikan banyak perhatian ekstra. Meskipun aku memang selalu menjadi prioritas bagi Erwin, tidak kuduga saat dalam kondisi ini perhatian Erwin malah semakin membludak. Melebihi ekspektasi. Aku benar-benar berusaha menetralisir diriku sendiri dari banyak hal yang kurasa akan mengganggu. Sebab aku tidak mau merusak suasana ini begitu saja. Bila aku gegabah, bisa saja akan terjadi masalah baru yang tak perlu kuanggap ada. “Good morning my dear husband. Apa tidurmu nyenyak? Maaf ya semalam aku gelisah berat dan jadinya malah membuatku repot,” kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN