“Renatta…” Nyonya Mark memanggil Renatta saat baru beberapa langkah dia meninggalkan ruangan Hanjie. wanita itu melirik melalui bahunya. “Ya, Nyonya?” Nyonya Mark menampilkan sebuah senyuman kelewat manis kepada rekan kerja putrinya, sekaligus sekarang sudah menjadi sahabat terbaik bagi sang putri. “Lain kali aku berharap kau lebih bersikap baik terhadapnya, please?” Untuk beberapa alasan sikap formalnya meluntur, Renatta menghadap sepenuhnya kearah sang ibu dari bosnya itu. Mendengus dan sedikit frustasi. “Bagaimana anda bisa menyuruh saya seperti itu? anda sepertinya tahu bagaimana perasaan saya pada pria itu bukan?!” “Aku tahu kau sangat sentimental, kau terlampau memahami bagaimana perasaan putriku. Tapi dibalik semua hal itu ada lebih banyak hal lain yang sudah terjadi diantara

