Bab 30. Peluang

1807 Kata

"Suka hadiahnya?" tanyaku di tengah perjalanan sepulang dari toko kado. "Suka!" sahut Salwa semringah sambil memeluk kotak di tangannya. Isinya botol minum, tempat makan dan beberapa pernak-pernik untuk rambut khas perempuan. Semua dengan motif sama, salah satu tokoh kartun kesukaannya. Dia yang memilih semuanya. "Kenapa enggak bilang dari kemarin kalau kamu ulang tahun? Kita bisa rayain di restoran 'kan, terus undang teman-teman kamu," tukasku. "Enggak, ah. Sawa malu," sahutnya. "Malu kenapa?" tanyaku heran. "Ya, malu. Kalau Sawa rayain ulang tahun, terus mereka lihat Ayah aja, nanti mereka tanya, Bunda kamu mana? Masa Bunda kamu masih sakit? Hm, Sawa lama-lama jadi bosan jawabnya," ujarnya dengan raut kesal. "Bosan kenapa?" Aku bertanya ingin tahu. "Ya, bosan sama pertanyaan itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN