"Mas Adam, sudah pulang?" Suci terperanjat ketika aku membuka pintu kamar. Aku masuk ke dalam kamar dengan satu tangan menarik dasi dari kerah kemeja. "Mau aku buatkan minum?" tawarnya setelah berada di depanku. Aku memberikan tas di tangan. "Aku mau mandi," sahutku kemudian. "Oh, iya. Nanti aku siapkan baju kamu," ucapnya, masih berdiri di depanku. Aku pun melangkah menuju kamar mandi setelah memberikan jas dan dasi padanya. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, aku sempat menoleh ke arah meja nakas. Ada sebuah buku bersampul hitam dan balpoin di atasnya. Buku yang sempat Suci peluk tadi ketika aku masuk ke dalam kamar. Aku terkesiap. Ya, buku itu. Aku pernah melihatnya juga. Bukan sekali, bahkan berkali-kali. Ketika di tengah malam aku terbangun, lalu menoleh ke arahnya. Suci sedan

