"Assalamualaikum." Salwa mencium punggung tanganku. "Waalaikumsalam," sahutku. "Dadah, Ayah!" Lalu dia berjalan melewati gerbang sekolahnya. Aku menatapnya hingga sosok itu menghilang di balik punggung anak-anak sekolah. Aku pun melangkah kembali menuju mobil. Baru saja membuka pintu, ponsel di saku jas terdengar berdering. Aku merogohnya seraya masuk ke dalam dan duduk di belakang kemudi. "Abi?" gumamku terkejut. Segera kutekan tombol jawab dan menempelkan ponsel di samping daun telinga. "Assalamualaikum," sapaku dengan ramah. "Waalaikumsalam, Adam. Sedang di mana?" "Masih di sekolah Salwa. Sebentar lagi menuju kantor. Apa ada sesuatu yang terjadi, Abi?" tanyaku cemas. "Abi barusan menelepon Andini. Dia bilang selepas makan siang nanti kamu baru mau ke rumah untuk mengantarkan berk

