"Ayah! Ayah, bangun! Udah jam setengah enam!" Aku terjaga seketika mendengar teriakan disertai goncangan di lengan. "Ayah, bangun! Ini hari pertama Sawa masuk SD, masa udah kesiangan!" teriaknya lagi. Aku mengerjapkan kedua mata, mengusir rasa kantuk yang masih menggelayut. "Ayah, cepetan bangun!" jeritnya lagi. Astaga! Anak ini. "Ayah!" "Udah cukup. Ayah udah bangun," ujarku seraya bangkit dari tidur. Duduk dengan kedua tangan mengusap wajah hingga belakang kepala. "Lagian kamu juga kenapa baru bangunin Ayah?" tukasku masih dengan suara serak. "Sawa juga baru bangun. Ayah, sih. Sawa bilang belanja tas sama buku sama seragam itu dari siang. Belanjanya malah malam," ujarnya kesal. "Ayah 'kan udah bilang, Ayah lagi banyak kerjaan. Kamu disuruh belanja sama Nenek enggak mau," omelku

