Bab 19. Kemenangan

1409 Kata

"Yee, Om menang lagi!" teriak Satria. "Yah, Sawa kalah lagi, deh!" protes Salwa dengan wajah menekuk. "Udah, ah. Sawa enggak mau main ular tangga lagi," ujarnya kesal, melempar dadu di tangannya. "Lho, kok gitu, sih. Kalah malah jadi marah-marah," ejek Satria. "Udah, pokoknya Sawa udah enggak mau main." Salwa melipat tangan di d**a lalu membuang muka. "Salwa," panggilku. Anak itu kini menoleh ke arahku. "Cuci kaki terus ganti baju," perintahku. "Iya, Ayah." Salwa bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiriku. Aku pun berdiri, hendak mengamit tangan Salwa. "Adam." Aku berpaling ke arah itu. "Iya, Abi." "Biar Suci yang menemani Salwa," ujarnya. Aku pun menoleh ke arah Suci. Dia hanya terdiam masih dengan novel di tangannya. "Suci," panggil Abi. Aku yakin Suci mendengarnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN