Bab 20. Di Balik Pernikahan

1766 Kata

Hampir aku memejamkan kedua mata, tapi urung ketika melihat Suci berjalan menghampiriku. "Salwa sudah tidur," ucapnya. Aku mengangkat kepala, melihat ke arah ranjang. "Terima kasih. Malam ini Salwa pasti bermimpi indah karena dibacakan dongeng oleh Bunda tersayangnya." Suci membuang muka dengan kedua tangan terlipat di d**a. "Apa tujuanmu ke sini memang untuk mendekatkan aku dan Salwa?" tukasnya, menatapku kembali. "Tentu saja, memang apa lagi." Aku bangkit dan duduk menghadapnya. "Kita ini keluarga, dan sampai kapan pun akan tetap menjadi keluarga. Aku, kamu dan Salwa. Kita adalah keluarga kecil bahagia." "Bohong," desisnya. "Dari mana kamu tau aku bohong?" tukasku. "Aku tau kita menikah karena dijodohkan. Jadi aku tidak mungkin rela menikah denganmu apa lagi memiliki anak darimu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN