Bab 18. Keraguan Suci

1532 Kata

"Nginep di rumah Opa?" Salwa menautkan kedua alis. "Iya, nginep di rumah Opa. Mau, 'kan?" Aku bertanya lagi. Salwa menaikkan bola matanya, dengan kedua tangan masih memegang sendok dan garpu. Siang ini aku sengaja membawanya makan di luar, untuk merayunya agar mau menginap di rumah Abi. "Besok 'kan tanggal merah, jadi Ayah liburnya lama. Kita nginap di rumah Opa sampai hari Minggu." "Minggu?" Kini anak itu menatapku dengan kedua mata membulat. "Sekarang 'kan hari Rabu, besok Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu," gumamnya. "Iya." Kusimpan sendok dan garpu di atas piring. "Jadi empat hari kita nginep di rumah Opa dan Oma. Mau?" tanyaku lagi. "Mau," sahutnya seraya menganggukkan kepala. "Tapi ada syaratnya." "Apa?" "Kamu harus bujuk Bunda biar mau pulang ke rumah kita. Ya?" "Kalau Bunda-ny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN