Bab 42. Timbal Balik Kehidupan

1674 Kata

"Gila, Dam! Gue baru tau kalau bini lo bisa marah kayak gitu!" seru Bayu ketika aku datang untuk makan siang bersama mereka. "Gue juga baru lihat kali," timpal Cakra. "Eh, ada anak iklan bilang, kalau alasan Suci marah-marah itu karena cemburu sama Silviana," sambungnya. "Wah, bener itu. Silviana 'kan cantik, seksi lagi. Bisa jadi Suci emang cemburu sama Adam," tukas Bayu, memperkuat tuduhan Cakra. Aku memilih diam, malas menanggapi mereka. "Udah, cukup, woy. Lo ngomongin perempuan depan suaminya ini," tegur Doddy. Kupalingkan wajah ke arah Doddy. Dia terlihat tidak nyaman karena mendengar tuduhan-tuduhan dari Bayu dan Cakra untuk Suci. Aku memakluminya, karena memang Doddy sudah tahu kondisi yang sedang dialami Suci. "Sorry, sorry. Gue cuma kaget aja, Dam. Jangan pecat gue ya, Dam,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN