“Ayo cepet, jalannya, aku bisa telat ke klinik kalau kamu lelet begitu,” ucap Elang pada Reta. “Kakiku tuh gak sepanjang kaki Mas Elang,” sahut Reta sambil bersungut masuk ke dalam lift. “Aku langsung ke klinik kamu bawa mobil ya?” “Terus aku nanti malam jemput Mas Elang di klinik?” “Gak usah. Aku bisa naik ojek nanti.” “Peralatan Mas Elang?” “Di klinik ada.” Reta mengangguk. Mereka keluar bersama dari dalam lift, bersamaan dengan Ali yang memasuki lobby. “Mas, itu kayak suaminya Dokter Ayu deh,” bisik Reta. “Mirip aja kali.” “Ah bener kok. Mas Elang perhatikan deh.” Ali yang tak sengaja beradu pandang dengan Elang tersenyum canggung. Bagaimana bisa ia bertemu dengan teman istrinya di sini? “Pak Ali? Suami Dokter Ayu kan?” sapa Elang mengulurkan tangannya. “Iya. Dokter Elang?

