Azka yang pertama diantar terlebih dahulu meskipun sekolah Rayhan yang paling dekat dengan rumah. Azka masuk jam tujuh pagi, sedang Rayhan masuk jam delapan. Wajah Azka tampak begitu cerah karena hari ini ia diantar oleh kedua orang tuanya bersamaan. “Belajar yang rajin ya, Azka,” pesan Ali sebelum Azka turun. “Tentu saja. Aku akan sepintar Mama nanti,” Azka mencium tangan ayahnya sebelum turun. Ayu tersenyum tipis mendengar kalimat Azka. Ia ikut turun bersama putra sulungnya dan mengantarnya hingga ke depan gerbang sekolah. Ali memperhatikan interaksi ibu dan anak itu dari kaca spion. Ayu yang menggenggam tangan putranya. Dan Azka yang mengayunkan genggaman mereka dengan riang. Di dekat gerbang sekolah, Ayu menekuk satu kakinya menyamakan tingginya dengan Azka. Mengecup balik tangan m

