"Mama merindukanmu Adam.."
"Akh.." Ayu tersentak dalam tidurnya, Membukanya mata perlahan dan bayangan remang putih.
"Sayang apa kamu baik-baik saja?"
Suara yang begitu akrab di telinga, Suara Alex.."Ya..itu suara Alex " Gumam Ayu.
"Apa ini mimpi atau aku di Alam setelah kematian" Ayu memikirkan suara yang sangat dia rindukan yang baru saja terdengar.
Mata Ayu terbuka, Pundaknya sangat sakit seperti terhimpit sesuatu tidak bisa di gerakan atau di geser sedikitpun.
"Sayang..Jangan bergerak..Punggungmu terluka" Ucap Alex sambil mengelus pipi Ayu.
"Apa ini mimpi?" Tanya Ayu.
Alex tersenyum dan mengecup Pipi Ayu.
"Sekarang kamu sudah pulang, Karena Bayi dilarang di bawa kesini makanya Adam tidak bisa aku bawa kesini" Jawab Alex.
"Adam..Ah.." Ayu mencoba mengangkat tubuhnya ternyata masih terasa sakit.
"Nanti kalau sudah sembuh kita pulang, Aku sangat merindukanmu. Tubuhmu terlihat kurus dan luka di mana-mana hatiku sangat terluka, Aku tidak akan memaafkan orang yang berbuat seperti ini kepadamu" Ucap Alex emosi.
"Abraham baik kepadaku, Aku mencoba melarikan diri dan kakiku terluka terkena Ranting di hutan" Jawab Ayu.
"Aku tak tahu terbuat dari apa hatimu, Abraham sudah menculikmu tapi kamu masih membelanya" Alex kesal.
"Hahaha..Aku bukan membelanya memang seperti itu, Dimana Abraham sekarang?" Tanya Ayu.
"Dia Mati" Jawab Alex Cepat.
"Apa?" Ayu terkejut.
"Sudahlah jangan memikirkan orang yang telah jahat kepadamu" Ucap Alex mengelus Rambut Ayu.
Ayu mengangguk dan memejamkan matanya. Dia berharap segera pulang dan bertemu buah hatinya.
*****
Dua hari sudah Ayu di rawat di Rumah sakit, Alex merahasiakan keberadaan Ayu dari oranglain selain Orang Tuanya. Alex berencana menjebak Bella. Semenjak Ayu hilang Bella sangat sering Mampir kerumah Alex hanya sekedar bertemu Adam. Sebenarnya Alex sangat muak bersikap manis pada Bella tapi demi melancarkan jebakannya Alex harus bersabar.
Abraham adalah Anak buah Ayahnya Bella, Dia Anak yatim Piatu yang sengaja di didik seperti peliharaan Keluarga Bella.
"Selamat siang..Alex..Emuach.."Bella datang membawa Pepperbags berisi mainan Adam dan datang langsung mencium pipi Alex.
"Bella bisakah besok malam datang menggunakan Gaun indah?" Tanya Alex.
"Apa besok malam ada pesta?" Tanya Bella.
"Ya..Khusus untukmu" Ucap Alex tersenyum.
Bella tersenyum sumringah, Dia mengira rencana liciknya berhasil. Alex akan melamarnya dan Alex menjadi Miliknya.
Pesta itu hanya sebenarnya hanya acara penyambutan Ayu dan di hadiri oleh Orang tua Alex dan Teman dekatnya.
Ayu hari ini di ijinkan pulang dari Rumah sakit, Sungguh Ayu sangat bersemangat dan tidak sabar bertemu buah hatinya.
Sekarang Ayu sampai di Rumahnya, Dengan lengan masih memakai penyangga dia masuk kerumah di sambut mertuanya. Ibu nya Alex menggendong Adam, Ayu sedikit berlari dan langsung menghampiri Adam.
Ayu menangis sambil mencium Adam kerinduan yang sangat dalam membuat Ayu enggan melepas Ciumannya.
"Boleh Aku gendong Mah?" Tanya Ayu kepada Ibu mertuanya.
Mertuanya mengangguk dan memberikan Adam kepada Ayu.
"Mama sangat merindukanmu Adam..Hiks..Hiks.." Ayu menangis.
"Ayo kita masuk" Ajak Alex kepada Ayu.
Ayu tak bosan mencium Pipi Adam, Walaupun Adam belum mengerti tapi dia seperti senang kembali ke pelukan Ibunya.
Ayu sangat merindukan suasana kamarnya, Berhari-hari tidur di ranjang tak nyaman dengan Nyamuk yang menggangu tidurnya.
Alex masuk ke Dalam kamar dan tersenyum melihat Ayu bercengkrama dengan Adam. Sekarang Dia mengerti ternyata Bahagia itu sederhana, Dulu Alex merasa kekayaan adalah sumber kebahagian. Semenjak mengenal Ayu dan jatuh cinta padanya Alex mengerti akan kebahagian yang sesungguhnya, Bersama dengan kita kasihi ternyata lebih berharga dari apapun.
"Ayah..Apakah Merindukan Mama?" Ayu memainkan lengan Adam seolah Adam yang berbicara.
"Ayah Sangat merindukan Mama mu Sayang..Ayah hampir merasa Mati saat Ibumu Hilang" Jawab Alex sambil membelai Rambut Ayu.
"Beristirahatlah, Besok ada pesta dan akan ada kejutan untukmu Jadi Kamu bisa tahu siapa yang menculikmu" Ucap Alex.
"Baiklah..Aku akan menidurkan Adam sekalian" Jawab Ayu sambil menidurkan Adam.
*****
Hari ini pesta sederhana akan di adakan, Ayu memakai Gaun Hijau lumut dengan kalung bertahtakan berlian. Gaun tanpa lengan menjuntai sampai mata kaki membuat Ayu sangat terlihat Cantik.
Alex memakai Jas Hitam terlihat sangat gagah, Adam memakai jas Mirip Ayahnya.
Ayu sengaja di sembunyikan untuk sementara sampai Bella datang ke Pesta tersebut.
Tak lama Bella dan Ayahnya datang memakai Gaun hitam seksi dengan punggung terbuka. Dia terlihat sangat bahagia, Karena dia mengira Pesta ini diadakan untuk melamarnya.
"Selamat Malam semuanya..Terimakasih sudah datang ke pesta sederhana ini.
Pesta ini saya adakan untuk menyambut kedatangan Kekasih hati saya yang telah lama pergi dan sekarang datang kembali" Alex Memberi sambutan.
Bella tampak sumringah karena merasa Sambutan ini untuk dirinya.
"Saya akan memanggil orang yang selama ini saya cintai dan saya takut akan kehilangannya" Tambah Alex.
Bella Berdiri untuk menghampiri Alex, Baru saja Beberapa langkah. Ayu sambil menggendong Adam datang dari arah belakang Bella. Semua bertepuk tangan membuat Bella tersipu malu karena tepukan tangan itu untuknya.
"Dialah Wanita yang sangat saya Cintai, Yang telah melahirkan Malaikat kecil bernama Adam" Alex mengarahkan tangannya kepada Ayu.
Bella sangat terkejut karena ternyata Ayu lah yang menjadi Wanita istimewa di Pesta ini. Bella gugup Ayu ternyata di temukan, Karena setahu Bella Ayu di Sekap di pulau terpencil.
Antara Gugup, marah dan kecewa menjadi satu di hati Bella saat ini. Alex pasti tahu siapa yang menculik Ayu dan dimana Abraham apakah dia Masih hidup atau Alex membunuhnya.
Karena takut Bella mulai gelisah dan berniat melarikan diri, Tapi Ayah Bella menahan kepergiannya agar Alex tidak curiga.
"Diam lah Bella, Kau terlihat panik" Tegas Ayahnya Bella.
"Alex pasti sudah tahu siapa dalam penculikan Istrinya Ayah. Alex pasti tidak akan mengampuni kita" Jawab Bella dengan Wajah terlihat Panik dan gugup.
"Tenanglah..Kita akan cari jalan keluarnya" Ucap Ayahnya Bella.
Saat para tamu di persilahkan menikmati hidangan, Bella dan Ayahnya bergegas kepintu keluar ternyata Bodyguard Alex menghadang mereka.
"Maaf kalian berdua tidak di perbolehkan meninggalkan pesta ini" Cegah Laki-laki berbadan Besar.
"Bagaimana ini Ayah..Kita akan mati jika tidak keluar sekarang" Bella Panik.
"Hai..Kalian berdua akan pergi kemana, Pesta belum usai" Panggil Alex kepada Ayah dan putrinya.
"A..K..U..sedang ada urusan Alex, Boleh kami pergi?" Bella gugup.
"Ayolah..Kalian jangan Jahat meninggalkan pesta yang aku buat.."Ucap Alex santai.
Bella dan Ayahnya saling tatap rasa takut akan kemarahan Alex membuat hati mereka menciut. Ayah Bella tahu bagaimana peringai Alex bila sedang marah Alex bisa menghabisi siapa saja yang mereka kehendaki.
Ayah Bella menelan saliva nya saat mengingat kejadian Alex di khianati Anak buahnya dan berencana membunuhnya. Saat Alex tahu, Penghianat itu di lempar ke Lautan lepas dan di biarkan jadi santapan Ikan.
"Ba..ik Alex..Aku akan menunggu Pesta usai" Ucap Ayahnya Bella gugup karena takut.
Alex meninggalkan mereka berdua dan menemui Ayu yang sedang terduduk di kursi Tamu. Luka di punggungnya belum begitu baik jadi Ayu masih butuh istirahat.
"Ayu apakah kau ingin tahu siapa otak penculikanmu?" Tanya Alex sambil menatap Ayu tajam.
"Siapa Sayang?" Tanya Ayu penasaran.
"Lihatlah Dua orang yang berdiri didepan pintu masuk, Mereka berdualah yang menyuruh Abraham menculikmu" Jawab Alex dengan Nada emosi.
"Mereka akan merasakan penderitaan yang kamu rasakan Ayu" Alex menyimpan dendam.
TBC..