Hal yang begitu menakjubkan bagiku adalah saat melihat Meisi Lituhayu lahir ke dunia, mutiara cantik rupawan itu terlihat kemerahan, begitu kecil dan rapuh. Air mata tak kuasa ku bendung saat mengingat mungkinkah ini yang ibu rasakan saat melihatku untuk pertamakalinya di dunia kala itu. Takjub, haru dan takut di saat yang bersamaan. “Ute, kenapa? Ada yang sakit?” tanya Dirga dengan khawatir dan langsung menghampiriku, tangannya terjulur untuk mengelus bahuku. Aku menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaannya. Aku tidak sakit, hanya saja aku merasakan kekosongan yang begitu besar di dalam hati karena ketidakhadiran ibu di sisi. Di momen bahagia ini, rasanya ada yang kurang karena ketidakhadiran ibu di sisiku. Sehabis merasakan berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan membuatku le
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


