Terima kasih Ibu

3124 Kata

“Jadi, siapa yang Ibu kakak pilih pada akhirnya?” Aku hanya mengulum senyum. “Kalau kakak ceritain kelanjutannya, itu bukan kisah kakak, tapi Ibu kakak.” Rindu, gadis berusia enam belas tahun itu menekuk bibirnya sedih. “Tapi Rindu penasaran, Kak.” Wajah gadis manis korban p*******n oleh sepupunya sendiri itu mulai memancarkan sinar kehidupan, setelah meredup selama seminggu terakhir. Aku menggenggam tangan Rindu dan mengelusnya dengan lembut. “Mungkin Kakak bercerita terlalu jauh tentang kehidupan Kakak, tapi satu hal yang pasti, korban p*******n pun bisa melanjutkan hidupnya, seperti Ibu.” Sudah enam bulan aku bekerja untuk menjadi konselor di salah satu yayasan yang bergerak di bidang perlindungan anak dan juga perempuan, selain korban pelecehan s*****l dan KDRT, aku juga menangani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN