Sunil berdiri di depan cermin, mengenakan jaket kulit tipis berwarna abu tua. Ransel kecil berisi perlengkapan penting digantung di bahunya. Tatapannya kosong, namun pikirannya sibuk memetakan jalur ke Mumbai–secepat dan seaman mungkin Di meja kayu kecil, ponsel satelit, kartu identitas palsu, dan kunci kendaraan sudah tertata rapi. Ia mengambil semuanya satu per satu, lalu memadamkan lampu. Langkahnya meninggalkan rumah sewa kecil itu seperti langkah pria yang sudah lama hidup di dunia bayangan. Sunyi, tenang. Dan tak meninggalkan jejak. Ia berjalan menuju motor sewaan yang terparkir di gang sempit di belakang penginapan. Malam Goa yang biasanya hangat, kali ini terasa dingin dan mencekam. Angin seperti membawa bisikan... seolah ada mata yang mengawasi. Dan memang benar: Beberapa met

