Angin laut malam itu terasa lebih sunyi. Debur ombak hanya menjadi latar samar dari percakapan yang penuh ketegangan di dalam pondok kayu tempat mereka bersembunyi. Sunil duduk di depan mereka, menatap serius sambil meletakkan dua buah amplop di atas meja. "Waktunya berganti wajah lagi," katanya. "Mulai malam ini, kalian bukan Marcos dan Diane lagi. Nama kalian adalah Delon Tang dan Caetline Huang - Pasangan muda asal Singapura. Kalian sudah terdaftar di daftar tamu eksklusif pelelangan berlian di Mumbai." Jaka mengambil paspor itu, menatapnya dalam diam. Tiffany melirik Sunil dengan alis terangkat, "Apakah data kami sudah aman?" Sunil mengangguk pelan. "Sangat aman. Bahkan jika kalian dicek secara digital oleh sistem kepolisian sekalipun, identitas ini akan lolos. Tapi ingat, waktu k

