Chapter 48

1000 Kata

Jangan buat aku bingung dengan sikapmu. Bahkan untuk mengeluhkan dirimu saja aku susah. *** Sasi duduk sendiri di salah satu meja , sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor Elard. Restoran yang mengkhususkan menjual aneka soto, menjadi pilihan. Sasi memilih tempat duduk, agak menjorok ke dalam, dekat dengan meja kasir. Dalam kesendiriannya, Sasi melamun. Ada apa sebenarnya? Apakah Elard memiliki dua kepribadian? Lalu yang tadi malam itu apa? Apakah aku bermimpi? Sejuta tanya dalam hati terus menggema, menuntut jawab, entah bagaimana. Tak jauh dari Sasi, duduk Susan. Tatapannya lekat terarah pada Sasi. Sedari tadi dia menilai fisik Sasi. Harus mengakui, kalau Susan sebenarnya kagum juga tertarik pada sosok Sasi. Kecantikan yang alami, kelembutan yang ketara dari caranya bicara, juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN