Ting! Suara pintu kafe berdentang kecil. Seorang pria memasuki kafe milik Lea dengan membawa sebuket bunga mawar berwarna merah muda yang lembut. Pas dengan warna kafe ini. “Mas Andrew?” sambut Maya dan Rini kaget. “Lea ada guys?” tanya Andrew. Rini menoleh pada Maya lalu kembali memandang Andrew. “Mbak Lea belum dateng tuh.” Mendengar jawaban itu, dia berpikir. Tadi Lea sudah berangkat duluan menggunakan mobilnya sendiri. Bilangnya langsung ke kafe tetapi setelah Andrew menyusul, dia tidak mendapati Lea di kafe ini. Mungkinkah Lea bertemu dengan Rey lagi? “Gitu, ya? Hmm ... kalau gitu aku titip bunga ini buat istriku ya,” pinta Andrew, memberikan bunga itu pada Maya. “Iya, Mas.” Maya menerima bunga itu dan meletakkannya di meja pojok. Kemudian Andrew pergi dari kafe milik istriny

