“Lea mau ke mana?” ucap Lies saat mendapati Lea mengendap ke kamar yang ada di sebelah kamar Andrew. Lea terpaku di daun pintu kamar yang akan ia masuki. “Mmm ... mau ke kamar, Tante. Eh, Ma.” Lies menunjuk pintu kamar satunya. “Kamar kalian kan di situ. Lupa ya yang mana pintunya?” balas Lies heran. Lantas Lies berjalan mendekati menantunya dari arah tangga. “Mama mau kunci kamar ini aja. Ini besok buat anak kalian aja,” ucap Lies sambil mengambil kunci tersebut dari jemari Lea perlahan. Lea pun hanya bisa mengulum bibirnya sendiri dengan cemas seraya mendengarkan suara pintu yang terkunci. Saat selesai mengunci, Lies tersenyum pada Lea dan mengucapkan selamat malam. Bola mata Lea yang berwarna coklat brownies itu memandang lemas pada pintu yang terkunci tadi. Juga dengan menjatuh

