15 - Kangen

1136 Kata

Seminggu kemudian .... Kriiing! Bunyi alarm di pagi hari membuat Lea terkesiap. Dia langsung mendudukkan dirinya di ranjang. Selimut masih menutupi hingga batas antara perut dan pahanya. Rambutnya acak-acakan. Lantas dia ingat bahwa hari ini adalah hari Sabtu dimana besok adalah hari pernikahan Nimas. Selain itu, dia memikirkan omongan Rey semalam. Flashback ON “R-Rey?” titah Lea menjawab telepon yang datang tiba-tiba dari Rey. Dia bisa merasakan tangannya gemetaran saat mengangkat telepon itu. Desiran hebat menghantam jantungnya. Darah yang terpompa semakin deras saja. “Lea, kau sudah tidur? Maaf mengganggu,” lirih Rey. Suaranya parau. “Oh, nggak kok. Belum. Ada apa?” jawab Lea terbata-bata. “A-aku ... tiba-tiba ... kangen.” Lantas Lea matanya semakin terbuka lebar merespon perka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN