Lea mengambil cumi di piring panas itu dengan sendok dan garpu. Saat dia hampir melahapnya dengan nasi, Rey nyeletuk. “Lagunya pas ya, Dek?” Lea salah tingkah dan spontan langsung melahap nasinya dengan kasar. Digigitnya ujung sendok itu setelahnya. “Mm ....” “Iya, kan?” desak Rey. Dia masih mengaduk-ngaduk capcay kuah nya itu. Lea mengangguk kecil. “Makan dulu. Ngobrolnya nanti aja, Mas.” “Ya deh iya,” sahut Rey. Mereka berdua kembali pada santapannya masing-masing. Lea berusaha tidak menghiraukan lirikan Rey yang seakan menggodanya untuk kembali ke pelukan. “Sara apa kabar, Mas?” “Katamu selesaikan makan dulu baru ngobrol?” jawab Rey pahit. Dia tidak ingin membahas Sara di depan Lea. “Dikit lagi kan selesai,” balas Lea, menatap piringnya yang sudah hampir bersih kinclong. “

