“Sepertinya takdir sudah membawa mereka berdua untuk bersama. Hanya saja, setiap kisah memiliki keunikannya masing-masing.” – Rebecca Puspa. *** Drrrt Ponsel Lea bergetar sesampainya di kamar. Nimas: Besok dateng pagian ya! Jam 10 tet! Aku butuh kamu jadi bridesmaid-ku. Bawa cincin aja, sih. Sama atur yang menjaga kado. Lea: Oke, Nim. “Maaa,” teriak Lea memanggil Leoni. Leoni yang berada di kamar sebelah menggerutu heran. “Udah gede masih teriak-teriak anak ini. Hih!” “Cepet nikahin aja lah, Pa!?” desak Leoni pada Hendra yang sedang berbaring di sebelahnya. “Ya Papa nggak bisa bujuk apa-apa. Semua pendekatan kan diserahkan ke Mama dan Mbak Lies, to?!” tolak Hendra enteng. Leoni meyibakkan selimutnya dan beranjak ke kamar Lea. “Ngopo, Nduk? Bengi-bengi kok njerit.” (Ada apa? M

