“Sana kamu ikut terima bunga. Siapa tahu nanti tiba-tiba ada yang melamarmu,” goda Andrew dengan santainya pada Lea. Lea sekilas mengernyit pada Andrew. “Dih! Mustahil ya mustahil aja! Masa tiba-tiba ada orang nggak dikenal ngelamar aku.” “Siapa tahu ya kan ...,” jawab Andrew sembari berdiri. Andrew berdeham kecil kemudian berdiri tegap. “Mau kemana kamu?!” tanya Lea, mengerjapkan mata melirik Andrew yang berpakaian rapi memakai tuksedo. Sudah melonggarkan dasinya. “Ngambilin kamu bunga. Baik kan aku?!” Andrew tersenyum pahit dan menghela napas. “Dih ...,” cela Lea. Badan Andrew sudah menegap di barisan paling belakang untuk menangkap bunga. Tak perlu berjinjit sebab dia sudah cukup tinggi untuk melihat ke depan panggung. MC mulai berbicara lagi, “1 ... 2 ... 3 ....” “Yhaaa!” teri

